Lebih Dekat Mengenal batik MaduraReviewed by Bismillah on Feb 10.Rating:
Batik Madura
Nama Batik Tulis madura sudah tak asing bagi kita Orang Indonesia. Konon Batik Madura bahkan sudah di kenal di beberapa belahan dunia yang lain. Nama batik asal Madura kini relatif sejajar dengan karya batik-batik lain yang ada di tanah air.
Salah satu pusat kerajinan batik di madura adalah Kecamatan Tanjung Bumi, yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Kabupaten Bangkalan. Nama Tanjung Bumi menjadi sangat identik dengan Batik Tulis Madura. Motif dan warna yang tertuang pada kain merefleksikan karakter masyarakat lokal.
Ciri khas batik pesisir dengan warna-warna berani dan corak bebas, begitu kentara. Hingga sekarang produksi batik yang masih menganut cara-cara tradisional itu masih berlanjut. Kebiasaan masyarakat di Tanjung Bumi dalam membatik ternyata cukup unik. Walau dari membatik mereka cukup merasakan hasilnya secara ekonomis, namun mereka tidak benar-benar ingin menggantungkan mata pencahariaannya dari kerajinan batik. Membatik tetap sebagai karya sambilan di samping rutinitas kegiatan keseharian mereka. Penduduk setempat masih banyak yang hidup dari bercocok tanam dan berdagang di pasar, disamping mengurus rumah tangganya. Hal ini pula yang menjadikan produksi batik ini tidak bisa dijadwalkan secara tepat. Membuat sehelai kain batik, paling cepat dikerjakan dalam tempo dua minggu, namun demikian jangan heran bila ada batik yang baru selesai setelah setahun dikerjakan.
Proses dalam pembuatan batik, meliputi beberapa tahap. Pertama kain Mori putih yang hendak digunakan akan direndam dalam air bercampur minyak dempel (istilah orang setempat, red) dan abu sisa pembakaran kayu dari tungku. Proses perendaman ini dilakukan selama satu hingga dua minggu. Setelah direndam kemudian dicuci. Menurutnya, hal ini untuk menghilangkan zat yang melekat pada kain bawaan dari pabrik. Setelah kering, kain tersebut akan masuk ke proses dikanji. Bahan yang digunakan untuk pengkanjian ini adalah sagu dari Ubi Kayu. Kenapa tidak menggunakan bahan tepung kanji yang banyak dijual di pasar? Konon, bahan itu lebih menyerap ke dalam serat kain, sementara tepung kanji biasa kurang. Setelah selesai tahap ini, mulai digambar. Berturut-turut tahap berikutnya adalah diisen, dikurik, dan atau ditembok. Fase ini merupakan pemasangan malam pada kain sebelum kemudian diwarnai. Proses selanjutnya adalah pewarnaan, yang bisa berlangsung hingga dua kali. Setelah pewarnaan, kain batik tersebut dilorot. Proses ini merupakan usaha untuk menghilangkan malam yang melekat pada kain, yaitu dengan memasukan kain ke dalam air mendidih. Terakhir, adalah menjemur di tengah terik sinar matahari.
Diakui berbagai kalangan, Batik Madura memiliki eksotika tersendiri. Pesona khasnya memiliki daya pikat. Batik Madura sangat populer di kalangan para petinggi pemerintahan dan tokoh masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
Menilik bahannya, tidak jauh berbeda dengan batik kebanyakan. Bahan batik dari kain katun juga ada yang berbahan sutra. Tidak semua batik yang menggunakan bahan sutra berharga mahal. Sebenarnya batik dengan bahan katun pun ada yang mahal. Apalagi batik dengan motif lama, atau yang tergolong batik Gentongan. Harganya bisa jauh lebih mahal dibandingkan yang berbahan sutra, bisa jutaan rupiah.
Batik Gentongan mempunyai nilai lebih dalam tradisi Batik Madura. Di sebut genthongan, karena pada proses pewarnaannya di rendam dalam wadah gentong selama dua bulan. Kabarnya setelah direndam, lembaran batik tersebut kemudian disikat. Selain untuk membersihkan malam yang tersisa, juga agar warna lebih awet melekat pada kain. Tak heran bila batik ini bisa berumur hingga puluhan tahun lebih dengan warna tetap.
Kebanyakan batik gentongan ini harganya mahal. Sebab beberapa pertimbangan perajin ada yang menyiasatinya dengan semi gentong. Di sini perendaman dilakukan sebagian, atau tidak selama batik yang full gentongan. Konon, di daerah tersebut kini tidak banyak yang masih menerapkan cara gentongan ini.
Motif lama yang dimaksud, lebih pada motif khas atau tradisional Madura. Kini motif batik Madura juga mulai mengadopsi beberapa motif kombinasi atau alternatif baru. Seperti desain gambar tunggal, baik bentuk burung atau bunga, dengan kurik (latar atau background, red) polos. Beberapa motif yang khas Madura seperti Sessek, Ramok, Rawan, Carcena, Memba, Panji, Napasir, Katupat, Kembang Pot, Pereng Basa, Truki Melati, dan Okel. Selain yang disebut itu sebenarnya masih banyak motif lainnya, ada sekitar seratusan motif batik Madura, yang merupakan kombinasi satu sama lain.
Motif atau gambar yang tertuang pada helai kain itu adalah murni buah imajinasi para pembatik. Bisa dikata, yang tertuang dalam gerak tangan melalui media canthing itu adalah bahasa hati dan pikiran mereka. Sebab, gambar tersebut orisinil buah tangan maka pasti satu sama lain goresannya tidak sama, walau motifnya sama.
Berbicara hal warna, Batik Tulis Madura mempunyai pilihan warna yang khas yang juga menjadi cirinya. Warna-warna ini berasal dari bahan-bahan alam, atau dikenal dengan sebutan soga alam. Warna Merah berasal dari Mengkudu dan Tingi. Warna Biru berasal dari Daun Tarum. Sedangkan warna Hijau bersumber dari kulit Mundu ditambah Tawas. Warna terang dan gelap yang muncul pada kain batik berdasar waktu perendaman. Makin lama direndam, makin pekat warna yang dihasilkan.
Batik Madura